Iklan Billboard 970x250

Puisi Tentang Senja Romantis Banget, Caption Senja

Puisi Tentang Senja Romantis Banget, Caption Senja

Puisi Tentang Senja Romantis - Senja selalu menyimpan semuanya, senja begitu cepat menghilang, senja hadir untuk menghiasi semuanya, menciptakan kata kata yang ada di dalam hati lalu mencurahkannya dalam sebuah kalimat yaitu Puisi.

Puisi tentang senja begitu indah, seperti dengan datangnya senja di sore hari, menikmati dengan secangkir kopi untuk membuat sebuah puisi. Nah sobat berikut ini adalah puisi romantis tentang senja.


1. Semburat Senja yang Syahdu

Layaknya lintang yang tersebar di galaksi belantara
Lihatlah, nabastala terpampang nyata di depan netra
Sekelilingnya, ada jumantara yang mengudara
Seakan menunggu sang bangaskara yang ingin terbenam segera
Tatapan netra beralih ke langit barat
Menilik matahari seakan ingin mengucapkan perpisahan yang berat
“Selamat tinggal?”
Ataukah “Selamat menunggu untuk senja berikutnya?”
Oh tuan, aku lengah
Sungguh, retisalya kembali menganga
Meluluhlantakkan secercah yang terpinga-pinga
Pada semburat senja di penghujung September yang menelinga.
Lihatlah, pesona tuan layaknya senja
Yang gata meninggalkan sang nabastala
Kemudian datang saat dini hari
Menjelma menjadi sang fajar yang menyinari
Hei tuan, apakah ini terlihat antagonistis?
Saya ingin bersikap apatis
Perihal retisalya yang begitu traumatis
Sebab, nostalgia tunjukkan asmaralika yang begitu anarkistis
Mungkin, sudah saatnya untuk berdamai dengan senja
Sebab, tak elok rupanya bermuram durja
Cukuplah nostalgia ini bersahaja.

2. Aku dan Senja

Aku adalah senja
Bagai memberi bahagia
Selalu memberi cinta
Dan seolah memupuk asa
Pun senja adalah aku
Hadir antara perbedaan
Seolah memberi peringatan
Tiba waktu pergantian
Di penghujung September kering ini
Senja selalu cerah
Senja memberi cinta
Tapi tak bisa memupuk asa
Semburatnya nan jingga
Berkelumat dengan hitam
Membaur dengan gelap
Lenyap bersama kapas
Hadir dengan tangisan langit
Bersua dengan ribut
Bertanya pada senja
Engkau kenapa?
Jingga yang menua
Pada titik temu pergantian
Memberi satu suara
Aku sudah lengah.
(Oleh: Yunita Malistiani)

3. Surat Rindu

Senja…
Satu kata yang indah
Satu kata sarat akan makna
memandangmu aku terpesona
Memori tentangmu berputar di kepalaku
Tersimpan apik mewarnai hariku
Apa kabar kamu?
Kekasihku…
Jauh di lubuk hati aku merindu
Rindu akan kehadiranmu
Senyuman yang menghiasi bibirmu
Selalu berhasil membuatku terpaku
Hitam lengam sehitam suraimu
Manik matamu seolah menghipnotisku
Memanggilku tuk menyentuhmu
Apakah aku tertawan cintamu?
Bulan September hampir berlalu
Sepucuk surat mengunjungiku
Adakah tanda kita kan bertemu?
Aku sudah terlanjur rindu
Surat balasan kukirim padamu
Surat yang membawa serta hatiku
Padamu sang penawan sanubari
Aku menunggumu di sini.
(Oleh: Indah Putri Lestari)

4. Hanya Angin Lalu

Semburat jingga terbias di langit barat
Matahari seolah melambai sebelum tenggelam
Malam tiba tanpa perlu sepucuk surat
Tanpa harus berteriak jua ke seluruh alam.
Angin betiup menerpa rambutku
Dedaunan lunglai terbawa angin
Menerbangkan puing-puing asa
Berharap kenangan ikut terbang jua
Namun,
Sia-sia saja
Tak ada yang kuat menerbangkan rasa ini
Tak ada yang bisa hilangkan kenangan ini
Mata cokelatmu yang terbias mentari
Bibir tipismu melengkung tanpa henti
Harum tubuhmu berbaur lembabnya bumi
Kehangatan yang kukenang hingga kini.
Sayang,
Senja tak lagi indah tanpa hadirnya kamu
Sore tak lagi hangat tanpa pelukmu
Yang ada hanyalah rasa tuk menyendu
Kini, hanya sepi yang kunikmati
Waktu senja untuk menyendiri
Dan kenangan akan hadirnya kamu
Kuanggap hanya angin lalu Sukabumi.
(Oleh: Siti Nurlaela Sari)
Nah indah ya sobat beberapa puisi tentang senja di atas, terima kasih sudah berkunjung di blog ini jangan lupa kunjungi lagi ya hehe.
Baca Juga
SHARE
Rino Faisal Pratama
Asal Baturaja Sumsel, Besar di Lampung, Pelajar Yang Mempunyai Hobi Di Dunia Internet.
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment

Iklan Tengah Post